..::MA Bali Bina Insani is welcoming your visit. =D::..

Jumat, 10 Februari 2012

ACTION PLAN


Teaching action plan

Subject                                   : English
Grade / semester         : X/1
Meeting                       : 1
Time/ duration                                     : 3 x 45 menit

Competnecy standard
1.      Short functional text mean understanding and simple monolog text in recount, narrative and procedure in daily life context and popular science access.
2.      Mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek dan teks monolog
berbentuk recount, narrative dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mengakses ilmu pengetahuan.

Kompetensi Dasar
1.      Merespon makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam teks berbentuk: recount.
2.      Mengungkapkan makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secar aakurat, lancar dan berterima dalam teks berbentuk: recount.
Indikator
1.      Merespon teks monolog berbentuk recount,
2.      Melakukan teks monolog berbentuk recount

  1. Tujuan Pembelajaran
·         Siswa dapat merespon teks monolog sederhana  berbentuk recount
·         Siswa dapat melakukan tteks monolog lisan berbentuk recount

  1. Materi Pokok
Teks monolog berbentuk recount contohnya:


An Excursion to Bedugul Botanic Garden
   All right, everybody, I’ll tell you about this great place.
On Friday 16 March we went to Bedugul Botanic Garden. We went there by bus and we arrived at that famous garden at 10 o’clock.
     Arriving at the garden, we were divided into two groups. Group A followed Mrs. Nina and Group B followed Mr. Ahmad. I was in group A. Well, first we went to odd tropical plants and Mrs. Nina read us some of the information. Then, we looked at all the lovely plants. After that, we went to a little spot near the flying fox area and had morning tea. Next, we did some sketching and then we met group B at the information center to have our lunch.
         Soon, it was time for us to go to the orchid section while Group B did some research on flowers. Uhm…A lady led us to the orchid section. Then, she explained about many kinds of Orchids.
      Next, we had a look at the Indonesian orchid. Wow, we saw many kinds of Indonesian orchids. They were all beautiful. Later, we took a look at the American, European and Asian orchid’s section. I was interesting. Soon after we had finished our observations, we went back outside and met group B. Then, we got on the bus and returned to school. We really enjoyed the trip and to Bedugul Botanic Garden.


 
 












  1. Metode Pembelajaran/Teknik: Three-phase technique

  1. Langkah-langkah Kegiatan
    • Kegiatan Awal  (10’)
§ Tanya-jawab mengenai kesukaan siswa membaca komik

·         Kegiatan Inti (115’)
1.   Eksplorasi
§  Siswa membaca comic strip yang berbentuk teks recount
§  Siswa mempraktekkan dialog yang dilakukan pada comic strip dengan pasangannya
§  Siswa membuat dialog seperti model pada comic strip
§  Siswa mendengarkan dan melafalkan kata yang tersedia di buku
§  Siswa melengkapi kalimat dengan kata yang sesuai
§  Siswa mendengarkan teks monolog lisan berbentuk teks recount sambil melengkapi teks tersebut.
§  Siswa merespon isi teks dengan menjawab pertanyaan dan melafalkan beberapa kosakata.
§  Siswa menjawab pertanyaan mengenai teks monolog lisan berbentuk teks recount yang didengarnya
2.   Elaborasi
§  Guru merangkum jawaban para siswa dan mengarahkan kepada jawaban yang benar

·         Kegiatan Akhir (10’)
Konfirmasi
§  Siswa menyimpulkan kegiatan yang pembelajaran yang
dilakukan

  1. Sumber/Bahan/Alat
·         Buku Look Ahead 1 (hal 1-4)
·         Kaset/CD
·         Tape
·         Script dari Look Ahead 1

  1. Penilaian
·         Teknik: Performance Assessment (responding)
·         Bentuk: Pertanyaan lisan

Mengetahui                                                                 Tabanan, Juli 2010
Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran


Drs. Imam Mawardi,M.Pd.I                                       Yuli Saiful Bahri, S.Pd.I
NIP. 19660111 199603 1 0001                                  NUPTK 6033748650200073

Selasa, 15 Juni 2010                 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnObHmngM6LksGdd0sKoZfoQRx-lBhym8i6qUXHCWaMRuAbXCd311MfzQ-zew7-wRqoeHL-is1h4CmBZkqkzf0xzBp8FZim-nn_KeTP2538RPt1zZ0pQPEvO51mnVvbbQUOYyH3U2U5cw/s320/quran+manuscript.JPG

Al-Qur'an selalu memainkan peranan utama dalam perkembangan tulisan Arab. Keperluan untuk merakam al-Qur'an memaksa memperbaharui tulisan mereka dan memperindahnya sehingga ia pantas menjadi wahyu Ilahi.



Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad dalam bahasa Arab dengan perantaraan malaikat Jibril. Baginda menerima wahyu dan menyiarkannya sampai wafat pada tahun 632 M, sesudah itu wahyu tidak turun lagi dan penyebarannya dari orang mukmin yang satu kepada yang lain secara lisan oleh para Huffaz (mereka yang hafal al-Qur'an dan dapat membaca dalam hati).
Pada tahun 633, sejumlah huffaz ini terbunuh dalam peperangan yang timbul setelah wafatnya Nabi. Ini memberikan peringatan kepada kaum Muslimin, khususnya Umar bin Khatab. Umar mendesak Khalifah pertama Abu Bakar supaya mengerjakan penulisan al-Qur'an.

Juru tulis Nabi, Zayd bin Thabit diperintahkan menyusun ian mengumpulkan wahyu ke dalam sebuah kitab, yang kemudian ditetapkan oleh Khalifah ketiga, Usman, pada tahun 651. Penyusunan yang disucikan ini kemudian disalin ke dalam empat atau lima edisi yang serupa dan dikirim ke wilayah-wilayah Islam yang penting untuk digunakan sebagai naskah kitab yang baku.


Abad ke-13, di mana bersama Yaqut, adalah abad kehancuran dan pembangunan kembali di negeri Islam Timur. Penghancuran tu terjadi akibat serbuan Jengis Khan (1155-1227) dan pasukan Mongolnya, dan memuncak dengan ditaklukannya Bagdad oleh putranya Hulagu pada tahun 1258 dan kejatuhan terakhir kekhalifahan Abbasiyyah.


Pembangunan kembali hampir secara langsung oleh pemantapan kekuasaan Mongol, dan putera Hulagu, Abaga (1265-82), adalah penguasa pertama yang memberikan gelas Il- Khan (penguasa Suku) bagi dinasti baru tersebut.

Adalah sangat menakjubkan bahwa Islam mampu, setelah dihancurkan sedemikian rupa, bangkit kembali dan meneruskan vitalitasnya yg tak pernah berkurang. Kurang dari setengah abad setelah kehancuran Bagdad, Islam memperoleh kemenangan atas penakluknya yang kafir, sebab, tidak hanya buyut Hulagu, Ghazan (1295-1305) memeluk Islam, melainkan dia juga yang menjadikan Islam sebagai agama resmi seluruh negeri yang diperintahnya.

Ghazan menjadi seorang Muslim ya terpelajar, teguh dan membaktikan sebagian besar hidupnya demi kebesaran Islam dan kebangkitan kembali kebudayaannya. Dia memberikan dorongan yang amat besar terhadap seni Islam, termasuk kaligrafi dan penyalinan buku!

Tradisi ini dilanjutkan oleh saudara dan penggantinya Uljaytu (1306-16), yang pemerintahannya berlimpah dengan kebesaran seni dan kemajuan sastra. Dia beruntung memiliki menteri dua tokoh yang berpikiran terang, Rashid al-Din dan Sa'd al-Din, yang mendorong dia melindungi kaum terpelajar, para seniman dan ahli kaligrafi.

Di bawah kekuasaannya, seni kaligrafi dan penerangan Il-Khanid mencapai puncaknya, sebagaimana dapat dilihat dari salinan al-Quran yang sangat indah dalam tulisan Rayhani yang ditulis atas perintah Ulyaytu dan disalin serta diperterang pada tahun 1313 oleh Abd Allah ibn Muhammad al-Hamadani.

Pendekar kaligrafi yang lain pada masa awal dinasti Il-Khan, yang dibimbing oleh Yaqut, adalah Ahmad al-Suhrawardi, yang meninggalkan untuk kita salinan al-Qur'an dalam tulisan Muhaqqaq tahun 1304. Yaqut menarik perhatian sejumlah besar muridnya.
Khat Nasakh

Khat Nasakh berkembang daripada bentuk yang kaku kepada bentuk yang terkini sejak zaman Nabi Muhammad s.a.w. Khat ini telah sampaik kepada orang Arab Hijaz dan digunakan di jabatan-jabatan kerajaan dalam urusan surat-menyurat pada zaman permulaan Islam.
Semasa pemerintahan kerajaan Abbasiyah kurun ketiga dan keempat ahli sejarah menjelaskan khat ini bertambah baik bentuknya apabila khattat Ali bin Muqlah (tahun 272-328H) telah mencipta kaedah penulisan Khat Nasakh.
Pada zaman Atabikah (545H), khat nasakh telah diperbaiki sehingga dikenali sebagai Khat Nasakh Atabik. Digunakan untuk penulisan al-Quran pada zaman pertengahan Islam menggantikan Khat Kufi Klasik.
Jenis-Jenis Khat Nasakh:
i.                    Nasakh Klasik
Nasakh semenjak zaman pemerintahan Kerajaan Abasiyah. Kaedah penulisan ini ditulis oleh Ibn Muqlah, diperelokkan oleh orang Atabikah dan dijelmakan dalam bentuk ukiran dan hiasan oleh orang Turki.

Read more: http://hasrulkhat.webnode.com/khat-nasakh/
Create your own website for free: http://www.webnode.com

http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000073-b0262b1202/nasakh01.jpg

Read more: http://hasrulkhat.webnode.com/khat-nasakh/
Create your own website for free: http://www.webnode.com
ii.                  Nasakh Akhbar
Khat yang telah dikembangkan dari segi bentuknya yang jelas dan huruf yang tebal. Tulisan ini juga dinamakan tulisan ‘surat khabar’ kerana penggunaannya meluas dalam bidang akhbar.
Khat Nasakh Dalam Pertandingan
Khat Nasakh digunakan secara meluas dalam pendidikan dan sering menjadi pilihan untuk dipertandingkan di peringkat sekolah sehinggalah ke peringkat antarabangsa. Dalam pertandingan ada beberapa perkara yang perlu diberi penekanan antaranya:
i.                     Memahami dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh penganjur.  Biasanya Khat Nasakh disempurnakan dengan baris bacaan kecuali dalam menulis jawi.
ii.                   Bentuk yang dipilih dan ruang yang disesuaikan. Tulisan itu disusun dengan keseimbangan dari segi bentuk, ruang dan keserasian perhiasan agar menjadi lebih menarik.
iii.                  Ragam hias hendaklah tidak terlalu besar hingga mengganggu tulisan asal. Contohnya tulisan Basmalah dan Sodaqallah, hendaklah ditulis dengan saiz yang kecil atau sederhana sahaja kerana fokus adalah kepada ayat yang ditentukan (Jainal Sakiban, 2000)

3. Kaedah Penulisan Khat Nasakh
i.        Huruf Tungggal
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000074-4e7e74f784/nasakh1.jpg
ii.       Kaedah Umum Khat Nasakh
a.                   Huruf-huruf khat yang ditulis di atas garisan;
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000076-891748a10e/nasakh2.jpg
b.                   Huruf-huruf yang ditulis di bawah garisan pula adalah seperti berikut:
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000077-2d4b32e455/nasakh3.jpg
c.                   Kepala huruf-huruf  berongga  tertentu ditutup seperti huruf Ain dan Ghain yang berada di tengah dan dihujung  serta huruf Mim ekor ke bawah ketika di akhir perkataan. Contohnya ;
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000078-833b984355/nasakh4.jpg
d.                   Huruf-huruf menegak mestilah dicondongkan sedikit ke sebelah kiri seperti berikut;
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000079-2675e276fc/nasakh5.jpg
e.                   Keistimewaan khat ini ialah boleh diletaklah baris.
f.                     Huruf-huruf berekor boleh di tarik memanjang mengikut kesesuaian contohnya :Huruf Nun, Sin, Syin, Fa, Sod, Dhod, Qaf dan Ya.
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000080-65f0366e9f/nasakh6.jpg
g.                   Terdapat juga penulisan huruf-huruf yang ditebalkan  dan  dinipiskan.
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000081-a9524aa4c1/nasakh7.jpg
h.                   Huruf mim (م ), Ra( ر) dan Ha(ح ) mempunyai beberapa jenis bentuk.
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000082-2f44b303a9/nasakh8.jpg


i.                     Semua huruf Khat Nasakh condong ke bawah pada bahagian kiri (akhir) setiap huruf.
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000083-7c6707d60b/nasakh9.jpg
j.                     Huruf-huruf yang ditulis dalam satu kalimah yang bersambung boleh diangkat sedikit samada menajam ataupun sambungan yang lembut. Lihat contoh berikut:
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000084-becf0bfc8f/nasakh10.jpg
Menajam         Sambungan lembut:
Gigi-gigi huruf keluarga Ba yang berturutan antara 3 dan lebih hendaklah ditinggikan sedikit pada gigi pertama seperti di bawah:
http://files.hasrulkhat.webnode.com/200000085-71a9b72a34/nasakh11.jpg
Berikut merupakan kaedah penulisan nasakh bagi setiap huruf yang bersambung.


NUPTK


KAB KEC INSTANSI_INDUK NAMA ST_VERSION PEG_NUPTK PEG_NUPTK_KETERANGAN
             
             
             
             
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI AGUS AHMAD RIJAL 2=DITERIMA 1736765666200032  
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI HENDRIYANSYAH AFIF 2=DITERIMA 1938762663200052  
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI IDA LAILATUL QOYUMAH 5=DITOLAK   Double Counting - Sudah ada NUPTK : 1648749651300022 di RA KHADIJAH I
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI M SALEH 2=DITERIMA 8937742643200082  
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI MUHAMMAD FAUZI 2=DITERIMA 0047750653200043  
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI RINI KUSPIANDARSIH 2=DITERIMA 0159760662300093  
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI YULI ISWATI 2=DITERIMA 4055765666300053  
KAB. TABANAN KERAMBITAN MA BALI BINA INSANI YULI SAIFUL BAHRI 2=DITERIMA 6033748650200073  
KAB. TABANAN TABANAN MTS BALI BINA INSANI NI PUTU TRISNA WIDYATUTI 2=DITERIMA 6861763664300072